LIVE PODCAST POLNES | EPISODE 01 – SPESIAL PMB 2026
Masih bingung soal SNPMB 2026? Takut salah strategi memilih jalur masuk perguruan tinggi negeri? Simak disini lebih lengkapnya!
Politeknik Negeri Samarinda menerima kunjungan audiensi dari Yulin Vocational and Technical College dalam rangka penjajakan kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan kompetensi global
Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) berpartisipasi dalam peluncuran Indonesia–Swiss Partnership to Advance Indonesia’s Renewable Energy Workforce melalui program Renewable Energy Skills Development (RESD) Phase 2, sekaligus penandatanganan Implementation Arrangement antara GFA-RESD dan 10 Politeknik di Indonesia.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) 2025. Program ini memberikan beasiswa penuh kepada 15 putra-putri terbaik Kalimantan dari keluarga prasejahtera, salah satunya Ricky Yusuf Fadilah asal Muara Badak, Kutai Kartanegara.
Ricky, lulusan SMK Syarif Hidayatullah Muara Badak, terpilih untuk melanjutkan studi di Program Studi Teknik Kimia Industri, Politeknik Negeri Samarinda. Ia menilai beasiswa ini bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga amanah untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah. Dengan dukungan BSBK, Ricky menargetkan lulus tepat waktu dengan IPK minimal 3,0.
Manager Communication, Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyampaikan bahwa BSBK merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. Selain bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, penerima beasiswa juga mendapat pembinaan kapasitas serta dilibatkan dalam kegiatan lingkungan melalui Aksi Sobat Bumi dan Desa Energi Berdikari.
Program BSBK 2025 dilaksanakan bersama Pertamina Foundation dan didukung oleh PHM, PHSS, dan PHKT. Para penerima berasal dari wilayah ring satu operasi PHI di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, dengan harapan dapat menjadi generasi muda yang berdaya saing, peduli lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan.
Presiden Prabowo Subianto dengan sekitar 1.200 rektor, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta (Kamis, 15 Jan 2026) memang ada pembahasan yang menyangkut hilirisasi sebagai bagian dari arah kebijakan nasional yang lebih luas.
Berikut inti apa yang dibicarakan, termasuk yang berkaitan dengan hilirisasi:
1. Kondisi Ekonomi dan Strategi Nasional
Prabowo memberikan gambaran umum tentang kondisi ekonomi Indonesia serta rencana besar pemerintah ke depan.
2. Energi dan Hilirisasi
Ia secara khusus memaparkan soal situasi energi nasional dan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari kedaulatan energi dan nilai tambah ekonomi. Hal ini disampaikan dalam konteks dialog dengan para akademisi.
3. Peningkatan Dana Riset
Presiden kemudian mengumumkan peningkatan anggaran riset perguruan tinggi dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun untuk 2026, yang diharapkan dapat memperkuat riset-riset strategis termasuk yang mendukung hilirisasi, industrialisasi, serta swasembada pangan dan energi.
4. Prioritas Riset Perguruan Tinggi
Pemerintah meminta perguruan tinggi memprioritaskan riset yang mendukung program- program besar tersebut hilirisasi mineral dan pangan termasuk di antaranya sehingga perguruan tinggi berperan sebagai penggerak inovasi dan daya saing nasional.