Tim PKM RE (Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta), yang terdiri dari lima mahasiswa dan dibimbing oleh Ir. Zainal Arifin, memperoleh pendanaan dari Belmawa Kemdikti (2025) untuk riset ini.
Teknologi hibrid ini mengombinasikan gelombang ultrasonik (sono) dan proses listrik (elektrokoagulasi). Gelombang ultrasonik menciptakan gelembung kavitasi yang pecah dengan tekanan dan suhu tinggi, membantu memecah polutan kompleks. Sementara itu, elektrokoagulasi memicu penggumpalan partikel polutan agar mudah dihilangkan.
Uji coba menunjukkan bahwa metode ini mampu menghilangkan hingga ± 90 % mikrofiber dan surfaktan dari air limbah laundry. Keunggulannya: tidak memerlukan bahan kimia tambahan, sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya operasional. Harapannya, inovasi ini bisa diimplementasikan secara luas baik di industri laundry maupun skala rumah tangga. Tim juga bermaksud melakukan komersialisasi dan memperkenalkan teknologi ini kepada pelaku usaha laundry.

