Friday, 08 February 2019

Retooling Luar Negeri: Internet of Things (IoT) Korea

Written by
Rate this item
(0 votes)

By: Farman Andrijasa

Pemerintah secara intensif berupaya meningkatkan kualitas dosen perguruan tinggi, diantaranya melalui penyediaan beasiswa studi lanjut ke jenjang S2 dan S3 ataupun program-program tanpa-gelar bagi dosen pendidikan tinggi vokasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi turut berperan dalam Program Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi dalam menjawab tantangan kebutuhan penyediaan lulusan perguruan tinggi yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Program ini menyediakan beasiswa Retooling kompetensi dosen perguruan tinggi vokasi untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas dosen sebagai salah satu elemen penting dalam pengembangan lembaga perguruan tinggi. Program ini merupakan kegiatan pelatihan non gelar yang bertujuan untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang link and match dengan kebutuhan dunia industri.

Salah satu dosen Polnes (Farman Andrijasa) memilih program retooling luar negeri di Korea Selatan berdasarkan bidang minat yang saya tekuni saat ini yaitu Internet of Things (IoT). Fokus bidang pelatihan yang diikuti adalah IoT Application Programming yang bertujuan untuk mempelajari dan mempraktekan pembuatan aplikasi software android dan  perangkat arduino dan sensor termasuk membangun lingkungan aplikasi dalam bentuk proyek. Lokasi dilaksanakan di Korea Selatan.

 

Kegiatan ini berlangsung di Korea University of Technology and Education (Koreatech), Chungjeol-ro, Byeongcheon-myeon, Dongnam-gu, Cheonan-si, Chungcheongnam-do, 31253 Republic of Korea. Kegiatan ini berlangsung selama 12 minggu dari tanggal 12 Agustus 2018 sampai dengan 2 November 2018. Namun dikarenakan saya mendapatkan sakit selama di tempat kegiatan, saya hanya dapat melaksanakan kegiatan ini hingga 5 minggu. Lingkup kegiatan meliputi: orientasi lingkungan, pelatihan, dan kunjungan industri.

Selama kegiatan orientasi lingkungan pada hari pertama, peserta mendapat arahan dari pihak penyelenggara mengenai lingkungan kampus, tempat tinggal, tempat pelatihan dan tempat lainnya seperti restoran, mini market dan fasilitas penunjang lainnya. Setiap peserta ditempatkan di dormitory khusus untuk tamu internasional dengan fasilitas satu kamar lengkap dengan penunjang lainnya seperti internet, tv kabel, fitnes center, ruang tenis meja, ruang komputer dan lain-lain. Kampus ini juga memiliki stadion olahraga lengkap dengan fasilitas trek lari yang dapat digunakan peserta setiap saat. Dengan lokasi restoran atau tempat makan yang cukup jauh sekitar 1 kilometer dari dormitory, cukup membuat peserta mendapatkan olahraga rutin sebagai pembakar lemak dengan berjalan kaki setiap hari.

Selama kegiatan pelatihan, peserta dilatih oleh dosen dan praktisi dibidang IoT. Peserta ditempatkan di ruang kelas dengan fasilitas penunjang pelatihan yang cukup lengkap. Materi yang diajarkan meliputi: arduino system, IoT platform, java programming, dan android programming. Pada setiap hari ke lima setiap minggunya, peserta mendapatkan materi metodologi pengajaran dari dosen yang sangat berpengalaman.

Untuk kegiatan kunjungan industri, pihak penyelenggara mengajak peserta melihat perusahaan dan eksebisi yang relevan untuk bidang IoT. Saat itu sedang digelar eksebisi IoT terbesar di kota Seoul dan kita dapat melihat aplikasi perangkat IoT yang sedang tren di dunia. Kegiatan kunjungan ini juga diselingi dengan kunjungan ke tempat-tempat wisata dan budaya untuk lebih mengenal kebudayaan Korea.

Read 646 times
Nasikin Sani

Web Developer | Video Production | Pilot Drone

Member of APDI

nasikin.polnes.ac.id
Login to post comments

Search